Jumat, 20 Januari 2017

 "Ketika Reuni, Happy atau Minder ?"

“Aku males datang ke acara reuni, entar jatuhnya cuma pada pamer keberhasilan dan kebahagiaan mereka saja. Aku belum punya apa2, gak ada kemajuan....malah nyakitin diri aja datang ke reuni.”

Ini udah banyak dilontarkan oleh beberapa orang yang terlalu ragu terhadap kehidupan. Sehingga menganggap kalau di reuni itu pasti selalu jadi ajang pamer-pamer. Memang slalu ada indikasi saling memperlihatkan pencapaian. Tapi tergantung bagaimana penerimaannya. Jika tak ingin merasa rendah, tunjukan jiwa yg lapang bahwa kita pun punya peran lain dalam kehidupan walau belum seberhasil mereka. “Belum” lho bukan “tidak”

Yang menyukai reuni. Selain asyik, bisa melihat perubahan penampakan fisik teman2 yang dulunya cungkring, sekarang subur, dulunya tomboy sekarang sangat feminin dan dulunya sangat badung sekarang jadi alim dan penyayang keluarga, dulunya pemalas, sekarang jadi wiraswastawan sukses. Keren banget kan?

Bagaimana menyikapi diri ketika berhadapan dengan teman-teman sekolah yang rata-rata sudah berhasil di atas kita? Gak perlu berkecil hati. Kalau kita memandangnya tanpa evaluasi diri, pasti akan timbul rasa iri dengki dan sikap mengucilkan terhadap diri sendiri. Cobalah untuk bisa berdamai dengan diri sendiri dulu. Agar tidak merusak suasana ceria ketika reuni, mari kita refleksikan diri melalui tips dari saya berikut ini : (to be continued ...)

#Reuni sbg Silaturahim# udah temanan lama, dlm 1 kelas, suka dan duka trus berpisah, bkn brarti mlupakan. Sewaktu2 sbaiknya bertemu sbg ajang refreshing, mengetahui apa yg dulu di sekolah prnah diikrarkan sbg cita2, apakah skr udah tercapai atau blum. Jika blum, bisa saling berbagi dan mengetahui apa kendalanya. Barangkali bisa saling membantu. Tak hanya scara materi jg secara moril. Jika udah berhasil, bisa saling berbagi Kiat dan Tips.

#Reuni sbg Networking# kalau punya bnyk knalan dr stiap kelas saat sekolah. Punya kebiasaan senang punya teman banyak dr kecil. Jadi, gak hanya berteman dgn teman satu kelas aja. Dan itu menyenangkan. Bisa main ke rumahnya juga dan bisa melakukan bnyak hal yg berbeda2. Shingga, saat merantau dan di perantauan ada teman sekolah yg tak sekelas, kita jadi tidak canggung utk melakukan kebersamaan lagi. Buat yg dulunya kurang gaul di sekolahan, biasanya di ajang reuni akbar suka mendadak jd pd akrab. Krn di reuni akbar akan berkumpul satu sekolahan dalam satu angkatan. Knapa menjadi semakin akrab? Disaat perhelatan reuni suka ada games, sesi sharing dan makan2. Biasanya akan timbul obrolan dan candaan yg menjadi keseruan dlm reuni. Jadi, jng sia-siakan moment ini, akrabkan diri gak hanya dgn teman satu kelas saja. Krn siapa tahu dr semua yg hadir, akan memunculkan kesempatan utk saling kolaborasi usaha, membuat even sosial atau saling berbagi informasi bermanfaat seputar keluarga, karir dan lain sebagainya.

#Reuni sbg pemupuk kebaikan# Biasanya stelah reuni berlangsung akan saling tukar nomor HP, Pin BB, WA dan lain2. Malah berlanjut di Grup SosMed. Apakah keberatan? Sebab dr hasil reuni ada tindak lanjutannya. Gak sekadar ngumpul lalu bubar. Tapi kita mengikat tali persaudaraan, memupuk kekompakan dan saling mengingatkan juga mendoakan yg baik2 dan saling lempar ide. Jika ada yg kesusahan saling bantu. Bahkan buat Charity bersama dan menindaklanjuti rencana2 kedepannya.

Jadi, Acara Reuni jgn ditakutin, krn bnyak skali yg bisa kita peroleh. Baik informasi, opportunity dan lain sbagainya. Malahan buat kita, reuni adalah ajang refleksi diri, pengingat dulu sempat punya keinginan apa dan jika belum tercapai, bisa lebih berusaha lagi. Jika sudah tercapai, mutu harus selalu lebih ditingkatkan lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar